Penilaian

PELAKSANAAN PENILAIAN DI SMK NEGERI 1 BAWEN

  A. Prinsip Dasar Penilaian

  1. Penilaian autentik merupakan penilaian yang dilakukan secara komprehensif untuk menilai mulai dari masukan (input), proses dan keluaran (output) pembelajaran.
  2. Penilaian hasil belajar dilakukan dalam bentuk penilaian otentik, penilaian diri, penilaian proyek, ulangan harian, ulangan tengah semester, ulangan akhir semester, ujian tingkat kompetensi, ujian mutu tingkat kompetensi, ujian sekolah, dan ujian nasional.
  3. Penilaian otentik dilakukan oleh guru secara berkelanjutan.
  4. Penilaian diri dilakukan oleh peserta didik untuk tiap kali sebelum ulangan harian.
  5. Penilaian proyek dilakukan oleh pendidik untuk tiap akhir bab atau tema pelajaran.
  6. Ulangan harian dilakukan oleh pendidik terintegrasi dengan proses pembelajaran dalam bentuk ulangan atau penugasan. Ulangan tengah semester dan ulangan akhir semester, dilakukan oleh pendidik di bawah koordinasi satuan pendidikan.
  7. Ujian tingkat kompetensi dilakukan oleh satuan pendidikan pada akhir kelas XII dilakukan melalui UN.

B. Pelaksanaan Ulangan Harian

Waktu dan teknis pelaksanaan

  1. Ulangan harian merupakan kegiatan yang dilakukan secara periodik untuk menilai kompetensi peserta didik setelah menyelesaikan satu Kompetensi Dasar (KD) atau lebih.
  2. Peserta didik  dapat  mengikuti  ulangan  harian  bila  telah  mengikuti   kegiatan pembelajaran pada Kompetensi Dasar (KD) yang diujikan dengan syarat persentase kehadiran mengikuti kegiatan pembelajaran pada KD yang diujikan minimal 85%,
  3. Penilaian hasil belajar peserta didik mencakup kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang dilakukan secara berimbang sehingga dapat digunakan untuk menentukan posisi relatif setiap peserta didik terhadap standar yang telah ditetapkan. Cakupan penilaian merujuk pada ruang lingkup materi, kompetensi mata pelajaran/kompetensi muatan/ kompetensi program, dan proses.
  4. Teknik dan Instrumen penilaian yang digunakan dalam pelaksanaan ulangan harian meliputi 3 ranah yaitu sikap, pengetahuan dan keterampilan.
  5. Alokasi waktu  pelaksanaan  ulangan  harian  ditentukan  oleh  masing-masing  guru mata pelajaran dengan mempertimbangkan jumlah butir soal dan tingkat kesukaran soal yang diujikan.

C. Pelaksanaan Ulangan Tengah Semester

Waktu dan teknis pelaksanaan

  1. Ulangan tengah semester merupakan kegiatan yang dilakukan oleh pendidik untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik setelah melaksanakan 8 – 9 minggu kegiatan pembelajaran. Cakupan ulangan tengah semester meliputi seluruh indikator yang merepresentasikan seluruh KD pada periode tersebut.
  2. Peserta didik  berhak  mengikuti  ulangan  tengah  semester  bila  telah  mengikuti kegiatan pembelajaran minimal 85% dari jumlah kegiatan pembelajaran yang telah dilaksanakan,
  3. Bentuk soal yang diujikan dalam ulangan tengah semester dirancang oleh masing- masing guru dalam bentuk uraian dan atau pilihan ganda dan harus mengacu pada ketentuan yang berlaku dalam penyusunan naskah soal,
  4. Penilaian hasil belajar peserta didik mencakup kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang dilakukan secara berimbang sehingga dapat digunakan untuk menentukan posisi relatif setiap peserta didik terhadap standar yang telah ditetapkan. Cakupan penilaian merujuk pada ruang lingkup materi, kompetensi mata pelajaran/kompetensi muatan/ kompetensi program, dan proses.
  5. Alokasi waktu pelaksanaan ulangan tengah semester ditentukan oleh masing-masing guru mata pelajaran dengan mempertimbangkan jumlah butir soal dan tingkat kesukaran soal yang diujikan.

D. Pelaksanaan Ulangan Akhir Semester

Waktu dan teknis pelaksanaan

  1. Ulangan akhir semester dilaksanakan oleh pendidik untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik di akhir semester ganjil,
  2. Cakupan ulangan   akhir  semester   adalah   indikator   pada  KD  semester   yang bersangkutan,
  3. Pelaksanaan ulangan akhir semester dikoordinir oleh satuan pendidikan,
  4. Soal-soal yang diujikan pada ulangan akhir semester disusun secara bersama-sama oleh guru mata pelajaran pada kelas yang paralel. Dengan demikian  soal-soal yang diujikan pada ulangan akhir semester berlaku untuk seluruh mata pelajaran sejenis pada jenjang, kelas dan jurusan yang paralel,
  5. Penilaian hasil belajar peserta didik mencakup kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang dilakukan secara berimbang sehingga dapat digunakan untuk menentukan posisi relatif setiap peserta didik terhadap standar yang telah ditetapkan. Cakupan penilaian merujuk pada ruang lingkup materi, kompetensi mata pelajaran/kompetensi muatan/ kompetensi program, dan proses.
  6. Alokasi waktu  dan  jadwal  pelaksanaan  ulangan  akhir  semester  ditentukan  oleh sekolah dengan memper-timbangkan  mata pelajaran, jumlah butir soal dan tingkat kesukaran soal yang diujikan.

E. Pelaksanaan Ulangan Akhir Semester Genap (Kenaikan Kelas)

Waktu dan teknis pelaksanaan

  1. Ulangan akhir semester genap (kenaikan kelas) dilaksanakan oleh pendidik untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik di akhir semester genap atau pada akhir tahun pelajaran,
  2. Cakupan materi   Ulangan   akhir semester genap (Kenaikan   Kelas)   mencakup   seluruh   indikator   pada Kompetensi Dasar yang telah dipelajari pada semester genap,
  3. Ulangan akhir semester genap (kenaikan kelas) dilaksanaan secara kolektif oleh sekolah yang  dikoordinir oleh satuan pendidikan,
  4. Soal-soal yang diujikan pada Ulangan akhir semester genap (kenaikan kelas) disusun secara bersama-sama oleh guru mata pelajaran pada kelas yang paralel. Dengan demikian  soal-soal yang diujikan pada ulangan akhir semester berlaku untuk seluruh mata pelajaran sejenis pada jenjang, kelas dan jurusan yang paralel,
  5. Penilaian hasil belajar peserta didik mencakup kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang dilakukan secara berimbang sehingga dapat digunakan untuk menentukan posisi relatif setiap peserta didik terhadap standar yang telah ditetapkan. Cakupan penilaian merujuk pada ruang lingkup materi, kompetensi mata pelajaran/kompetensi muatan/ kompetensi program, dan proses.
  6. Alokasi waktu  dan  jadwal  pelaksanaan  ulangan  umum semester genap (kenaikan kelas)  ditentukan  oleh sekolah dengan mempertimbangkan mata pelajaran, jumlah butir soal dan tingkat kesukaran soal yang diujikan.

F. Pelaksanaan Ujian Sekolah

Waktu dan teknis pelaksanaan

  1. Ujian sekolah dilaksanakan untuk mengukur pencapaian  kompetensi  peserta didik yang dilakukan oleh SMK Negeri 1 Bawen untuk memperoleh pengakuan atas prestasi belajar dan merupakan salah satu persyaratan kelulusan dari SMK Negeri 1 Bawen.
  2. Ujian sekolah terdiri dari Ujian Tulis dan Ujian Praktik.
  3. Ujian sekolah susulan hanya berlaku bagi peserta didik yang sakit atau berhalangan dan dapat dibuktikan dengan surat keterangan yang sah.
  4. Mata pelajaran yang diujikan pada ujian sekolah adalah mata pelajaran kelompok mata pelajaran  agama  dan  akhlak  mulia,  kelompok  mata  pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian, kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi  yang  tidak  diujikan  dalam  ujian  nasional,  kelompok  mata  pelajaran estetika dan kelompok mata pelajaran jasmani, olahraga dan kesehatan yang selanjutnya   akan  diatur  tersendiri  dalam  Prosedur  Operasional   Standar  Ujian Sekolah SMK Negeri 1 Bawen.
  5. Penilaian hasil belajar peserta didik mencakup kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang dilakukan secara berimbang sehingga dapat digunakan untuk menentukan posisi relatif setiap peserta didik terhadap standar yang telah ditetapkan. Cakupan penilaian merujuk pada ruang lingkup materi, kompetensi mata pelajaran/kompetensi muatan/ kompetensi program, dan proses.
  6. Alokasi waktu,  jadwal  dan  teknis  pelaksanaan  Ujian  Sekolah  Tahun  Pelajaran 2015/2016  akan  diatur  kemudian  setelah  diterbitkannya  Permendikbud  tentang Ujian Sekolah Tahun Pelajaran 2015/2016.

G. Pelaksanaan Ujian Nasional

Waktu dan teknis pelaksanaan

  1. Ujian Nasional dilaksanakan untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik pada mata pelajaran tertentu yaitu Bahasa Indonesia, Matematika, Bahasa Inggris dan Kejuruan dalam rangka menilai pencapaian Standar Nasional Pendidikan.
  2. Ujian Nasional mata pelajaran kejuruan atau disebut Ujian Kompetensi Kejuruan terdiri atas Ujian Tulis Kejuruan (UTK) dan Ujian Praktik Kejuruan (UPK).
  3. Ujian Nasional terdiri dari Ujian Nasional Utama dan Ujian Nasional Susulan.
  4. Ujian Nasional   Susulan   hanya   berlaku   bagi   peserta   didik   yang   sakit   atau berhalangan dan dapat dibuktikan dengan surat keterangan yang sah.
  5. Alokasi waktu,  jadwal  dan  teknis  pelaksanaan  Ujian  Nasional  Tahun  Pelajaran 2015/2016  akan  diatur  kemudian  setelah  diterbitkannya  Permendikbud  tentang Ujian Nasional Tahun Pelajaran 2015/2016 dan Prosedur Operasional Standar Ujian Nasional Tahun Pelajaran 2015/2016 yang diterbitkan oleh BSNP.

H. Ketentuan Kenaikan Kelas

  1. Kriteria kenaikan kelas mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2007 tentang Standar Penilaian Pendidikan dan Keputusan Dirjen Mandikdasmen Nomor 12/C/KEP/TU/2008 tentang Bentuk dan Tata Cara Penulisan LHB Peserta Didik Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah.
  2. Kenaikan kelas dilaksanakan pada setiap akhir tahun pelajaran.
  3. Kenaikan kelas didasarkan  pada penilaian  hasil belajar  pada semester  genap  dengan pertimbangan  seluruh  Standar  kompetensi  atau Kompetensi  Dasar yang belum tuntas pada  semester  ganjil  harus  sudah  dituntaskan  sampai  mencapai  Kriteria  Ketuntasan Minimal yang ditetapkan sebelum akhir semester genap.
  4. Kriteria kenaikan kelas peserta didik menggunakan 2 (dua) aspek, yaitu (1) Aspek Akademis dan (2) Aspek Nonakademis.

a. Aspek Akademis meliputi :

  • Menyelesaikan semua kompetensi pada tahun akademik kelas X ( semester 1 dan 2 ), kelas XI (semester 3 dan 4).
  • Tidak lebih dari 3 mata pelajaran yang nilainya di bawah KKM kecuali mata pelajaran Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika dan Kejuruan.
  • Apabila peserta didik dinyatakan naik kelas, maka semua nilai yang kurang dinyatakan naik sesuai KKM
  • Pada penilaian akhir untuk seluruh mata pelajaran Kelompok Agama dan Akhlak Mulia, Kelompok Kewarganegaraan dan Kepribadian, serta Kelompok Estetika dan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan minimal baik.

b. Aspek Nonakademis meliputi :

  • Kehadiran minimal > 85 %
  • Sikap dan kepribadian minimal baik (B).

I. Ketentuan Kelulusan Ujian Sekolah

  1. Sekolah menetapkan   nilai minimal batas  kelulusan  untuk  setiap  mata  pelajaran   yang diujikan dalam ujian sekolah,
  2. Penetapan batas  kelulusan  merupakan  hasil  pertimbangan  Komite  Sekolah SMK Negeri 1 Bawen dan dilaporkan  ke Dinas Pendidikan  Kabupaten Semarang
  3. Penetapan nilai minimal batas kelulusan diumumkan kepada peserta didik dan disampaikan kepada orang tua peserta didik dan masyarakat selambat-lambatnya  2 (dua) bulan sebelum ujian dilaksanakan,
  4. Peserta didik  dinyatakan  lulus  ujian  sekolah  apabila  memenuhi  kriteria  sebagai berikut:
  5. memiliki nilai rata-rata sesuai dengan  yang telah ditetapkan  oleh sekolah, baik untuk ujian sekolah tulis maupun ujian sekolah praktik;
  6. mencapai nilai  minimal  batas  kelulusan  untuk  setiap  mata  pelajaran  sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan SMK Negeri 1 Bawen.
  7. Penentuan kelulusan  ujian  sekolah  dilakukan  melalui  rapat  dewan  pendidik    SMK Negeri 1 Bawen.

J. Ketentuan Kelulusan Ujian Nasional

  1. Peserta Ujian  Nasional  (UN) dinyatakan  lulus jika memenuhi  standar  kelulusan  UN, yaitu bila memiliki nilai rata-rata minimal yang ditetapkan pemerintah untuk seluruh mata pelajaran yang diujikan dalam ujian nasional,
  2. Pengumuman kelulusan ujian nasional akan diatur kemudian sesuai dengan POS Ujian Nasional yang ditetapkan oleh BSNP.

K. Ketentuan Kelulusan dari SMK Negeri 1 Bawen

Kriteria kelulusan peserta didik menggunakan 2 (dua) aspek, yaitu (1) Aspek Akademis dan (2) Aspek Nonakademis.

  1. Aspek Akademis meliputi :

a. Menyelesaikan seluruh program pembelajaran;

b. Memperoleh nilai minimal baik pada penilaian akhir untuk seluruh mata pelajaran kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia, kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian, kelompok mata pelajaran estetika, dan kelompok mata pelajaran jasmani, olahraga, dan kesehatan;

c. Lulus Ujian Sekolah;

d. Memiliki nilai rata-rata minimal 7,0 (tujuh koma nol) dan tidak ada nilai di bawah 6,0 (enam koma nol) untuk mata pelajaran kelompok A dan B dan paling rendah 7,0 (tujuh koma nol) untuk mata pelajaran kejuruan (produktif).

2. Aspek Nonakademis meliputi :

a. Kehadiran minimal > 90 %

b. Sikap dan kepribadian minimal baik (B).


L. Sistem Penilaian (Sipensaba)

Sipensaba adalah sistem kerja berbasis teknologi informatika yang berfungsi sebagai alat pengolahan nilai akhir peserta didik untuk menghasilkan laporan hasil belajar (rapor). Sistem penilaian ini menggunakan program dasar Ms. Excel dan Ms. Word. Sistem ini merupakan inovasi yang muncul dari penerapan Kurikulum 2013 yang mengharuskan penilaian peserta didik pada 3 aspek; yaitu aspek pengetahuan, keterampilan, serta sikap spiritual dan sosial.

Pada tahun pelajaran 2015/ 2016 telah digunakan Sipensaba Versi 04, merupakan penyempurnaan versi-versi sebelumnya.

sipensaba


M. Panduan Penilaian

Panduan penilaian pada Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dapat diunduh   di sini