Kegiatan Pramuka

SEJARAH GERAKAN PRAMUKA  SMK NEGERI 1 BAWEN

Pendahuluan

Semua yang terjadi, terlihat, terasakan dan dinikmati pada saat ini bukanlah sesuatu yang datang atau tercipta begitu saja. Tetapi semuanya itu tercipta dan tersusun melalui sebuah cerita panjang dari seluruh rangkaian perjalanan yang begitu berliku, bergelombang dan berirama. Ada saat sebuah perjalanan itu terasa indah dan nikmat, namun ada pula saat perjalanan yang menyakitkan, menyedihkan serta menantang dan menghantam bertubi-tubi. Ada  pelaku-pelaku yang jelek, tetapi ada pula pelaku-pelaku yang baik . Ada saat-saat kekurangan dan ada pula saat-saat tercukupi bahkan berlebih. Ada saat kegembiraan, ada saat kesedihan, kepedihan dan menyakitkan bahkaan harus kehilangan.

Begitu banyak cerita yang dapat teruntai bagai ratna mutu manikam, indah dan nikmat bila dinikmati dan dipelajari demi masa depan yang lebih baik di masa mendatang.

Itulah sejarah dalam kehidupan kita.

Lalu bagaimana sejarah Gerakan Pramuka di SMK Negeri 1 Bawen ?

Sejarah singkat SMK Negeri 1 Bawen

SMK Negeri 1 Bawen berdiri sejak 10 Agustus 1965 dengan nama STM Teknologi Pertanian Salatiga. Dengan segala keterbatasan yang dimiliki oleh sekolah ini, Bapak Muso Efendi dengan beberapa orang guru muda ( banyak yang masih bestatus mahasiswa )mengelola sekolah ini berjalan dan berjuang terus dengan berbagai dinamikanya, diantaranya sering berpindah-pindah tempat.

Setelah melalui perjalanan panjang berpindah-pindah dari satu garasi, kemudian menumpang pada sekolah lain, lalu pernah bersekolah di shoping Salatiga yaitu di atas terminal Angkota dan terakhir menumpang di SMEA Negeri Salatiga, akhirnya STM Teknologi Pertanian Salatiga dapat menempati gedung sendiri yaitu di Jalan Veteran Tegalrejo, Salatiga ( di belakang Pasar Sapi Salatiga) dan bernama STM Pertanian Salatiga.

Kemudian pada bulan Januari tahun 1990, STM Pertanian Salatiga hijrah berpindah ke Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang dengan nama sekolah adalah STM pertanian Salatiga di Bawen. Lalu nama sekolah berganti menjadi  SMT Pertanian Bawen dan sekarang menjadi SMK Negeri 1 Bawen. Pada awalnya sekolah hanya memiliki jurusan Processing ( Teknologi Hasil Pertanian ), kemudian di Bawen berkembang menjadi THP, BTPH, Budidaya Ternak dan Mekanisasi Pertanian. Sekarang SMK negeri 1 Bawen memiliki 8 ( delapan ) paket keahlian yaitu : TPHP, ATPH, ATP, ATU, ATR, AMP, JABO, AP dengan jumlah siswa mencapai hampir 2000 siswa dan luas lahan 9,8 Ha.

Sejak tahun 1965 hingga sekarang sekolah ini telah beberapa kali mengalami pergantian Kepala Sekolah yang sekaligus sebagai KAMABIGUS untuk kepramukaannya.

  1. Bapak Muso Effendi.
  2. Bapak Soetamto, BSc.
  3. Bapak Drs. Pranowo. HS
  4. Bapak Margono BSc.
  5. Bapak Ir. Endro Martono.
  6. Bapak Ir. Suroto, PS
  7. Bapak Jumeri,S.TP, MSi. ( sampai sekarang).

 

Sejarah Gerakan Pramuka di SMK Negeri 1 Bawen

Akibat dari dinamika tersebut di atas,maka keberadaan Gerakan Pramuka di STM Teknologi Pertanian Salatiga belum terlacak kapan waktu berdirinya dengan pasti. Informasi yang dapat terkumpulkan hanyalah nama-nama Pembina Gugus Depan yang pernah mengampu di kepramukaan STM Pertanian Salatiga, yaitu :

  1. Bapak Soewito, BSc dan     Ibu Sundari, BA
  2. Bapak R. Sawa’oen WP dan     Ibu Sundari, BA.( ……. – 1987 )
  3. Bapak Tubagus Agusnata dan    Ibu Sundari, BA.( 1987 – 1989 )
  4. Bapak Tubagus Agusnata dan    Ibu Herawati Purnomo, BA ( 1989 – 1992 )
  5. Bapak Tubagus Agusnata dan    Ibu Tri Sulistyowati ( 1992 – 2003 )
  6. Bapak Tubagus Agusnata dan    Ibu Munzayanah SPd ( 2003 – 2015 )
  7. Bapak Tubagus Agusnata dan    Ibu Sunarniyati, SPd ( 2016 – sekarang )

 

Adapun keberadaan Gugusdepan mengalami beberapa kali perubahan sebagai berikut :

  1. Gugusdepan Salatiga 0123 – 0124/S hingga tahun 1990
  2. Gugusdepan Kab. Semarang XI.22.05. 076 – 077/S hingga tahun 2001
  3. Gugusdepan Kab. Semarang XI. 22.05.069 – 070/S hingga sekarang.

Gerakan Pramuka SMK Negeri 1 Bawen berdasarkan ketentuan yang berlaku memiliki anggota untuk tingkatan Penegak. Sehingga Gugus depan memiliki organisasi kepenegakkan yang disebut dengan Dewan Ambalan.

Dewan Ambalan di STM Pertanian Salatiga sebelum tahun 1988, sudah pernah ada, namun tidak diketahui  dengan pasti nama ambalannya. Sehingga pada tahun 1987 Pembina Gugusdepan segera membentuk Tim khusus untuk mencari dan menciptakan nama Ambalan.

Tim perumus Ambalan tersebut adalah sebagai berikut :

Penanggung jawab                              : Drs. Pranowo.HS

Penasehat                                              : 1. R. Sawa’oen.WP

2. Soewito, BSc

3. Sis Djoharwanto, BSc.

Pembina                                                 : 1. Tubagus Agusnata.

2. Sundari, BA

Ketua    I                                                 : Dwi Rasa Priya

Ketua   2                                                 : Haris Eko Yulianto

Sekretaris                                               : Heryani Rahayu

Anggota                                                  : 1. Ekstra Sugimin

2. Wasita

3. Markini

4. Eko Budi Santoso

5. Gunadi

6. Amin Barokah

7. Dyah Waluyowati.

Dengan memperhatikan beberapa peraturan dan ketentuan yang berlaku di Gerakan Pramuka, serta tujuan akhir yang ingin dicapai, maka disepakati beberapa kriteria sebagai berikut:

  1. Nama ambalan diambil dari nama tokoh kepahlawanan atau pewayangan yang memiliki karakter agung, teladan dan memiliki semangat juang.
  2. Diutamakan diambil dari nama tokoh pewayangan yang memiliki keteladanan dan keterkaitan dengan pertanian.

Setelah melalui proses pencarian, pendalaman, konsultasi dan diskusi yang cukup panjang, akhirnya pada awal Agustus 1988 disepakati nama  Ambalan yang diambil adalah

BADRANAYA untuk putra dan

DEWI SARTIKA untuk putri.

Beberapa alasan dipilihnya nama BADRANAYA untuk putra:

  1. BADRANAYA adalah nama lain untuk KI LURAH SEMAR yang di kenal sebagai sang pamomong, sehingga diharapkan seluruh anggota Ambalan akan menjadi orang-orang yang mampu ngemong orang lain.
  2. BADRANAYA adalah tokoh pewayangan yang selalu menjadi teladan bagi orang lain, sehingga diharapkan seluruh anggota Ambalan akan menjadi orang yang menjadi teladan bagi yang lain.
  3. BADRANAYA adalah tokoh yang bijaksana dalam menghadapi dan menyelesaikan segala permasalahan, sehingga diharapkan seluruh anggota Ambalan akan menjadi orang-orang yang bijaksana.
  4. BADRANAYA adalah tokoh yang selalu dihormati oleh semua kalangan, baik rakyat jelata, raja maupun para dewa. Sehingga diharapkan seluruh anggota Ambalan diharapkan dapat menjadi orang-orang yang mampu menjaga kehormatannya dan dihormati oleh semua orang.
  5. BADRANAYA adalah tokoh yang selalu ditunggu nasehat dan petuahnya, sehingga diharapkan seluruh anggota Ambalan dapat menjadi orang-orang yang baik dan selalu dinantikan nasehat dan petuahnya.
  6. BADRANAYA adalah tokoh yang sederhana dan tidak sombong, sehingga diharapkan seluruh anggota Ambalan akan menjadi orang-orang yang bersahaja dan tidak meyakiti orang lain.
  7. BADRANAYA adalah tokoh yang selalu bersyukur akan pemberian Yang kuasa, sehingga seluruh anggota Ambalan diharapkan dapat menjadi orang-orang yang selalu bersyukur pada Allah SWT.
  8. BADRANAYA adalah tokoh yang selalu bermanfaat/ berguna bagi orang lain, sehingga seluruh anggota Ambalan diharapkan dapat menjadi manusia yang berguna bagi dirinya, keluarganya, lingkungannya, bangsa dan negara serta agamanya.

 

Beberapa alasan dipilihnya nama DEWI SARTIKA  untuk putri:

Sebelumnya akan disampaikan dulu, mengapa untuk putri tidak menggunakan nama Dewi Sri atau yang lebih dikenal dengan Dewi Padi. Para penasehat tidak setuju dengan nama Dewi Sri, karena ternyata Dewi Sri disebut Dewi Padi dikarenakan kutukan. Sehingga para penasehat tidak ingin anggota Ambalan putri akan menjadi anak-anak yang terkena kutukan. Sedangkan nama Kartini dan sebagainya sudah digunakan oleh sekolah lain, sehingga  nama yang diambil dan digunakan adalah Dewi Sartika, seorang tokoh pahlawan Nasional.

 

Alasan penggunaan nama Dewi Sartika untuk ambalan putri adalah sebagai berikut:

  1. DEWI SARTIKA adalah seorang tokoh pahlawan nasional Indonesia, sehingga diharapkan seluruh anggota Ambalan dapat menjadi tokoh-tokoh masyarakat .
  2. DEWI SARTIKA adalah seorang wanita yang memiliki cita-cita tinggi untuk mengembangkan pendidikan, sehingga diharapkan seluruh anggota Ambalan diharapkan selalu memiliki cita-cita yang tinggi terutama dalam pendidikan.
  3. DEWI SARTIKA adalah seorang tokoh wanita Indonesia yang gigih berjuang untuk meningkatkan harkat wanita Indonesia,  sehingga seluaruh anggota Ambalan diharapkan selalu gigih berjuang untuk kehidupannya, keluarganya dan kaumnya.
  4. DEWI SARTIKA adalah tokoh ningrat yang selalu merakyat, sederhana dan tidak sombong, sehingga seluaruh anggota Ambalan diharapkan dapat menjadi wanita yang selalu bersahaja.
  5. DEWI SARTIKA adalah tokoh wanita yang selalu menolong orang lain terutama kaum wanita, sehingga seluruh anggota Ambalan diharapkan dapat menolong pada orang lain.
  6. DEWI SARTIKA adalah tokoh wanita yang selalu menjunjung tinggi nilai-nilai budaya, sopan santun dan budi perkerti, sehingga seluruh anggota Ambalandiharapkan dapat menjadi orang-orang yang santun dan berbudi pekerti luhur.

 

Nama Ambalan ini resmi digunakan sejak tanggal 20 Agustus 1988 tanpa upacara/ acara syukuran dan sebagainya. Hanya secara simbolis ada acara pengguyuran oleh adik-adik Ambalan kepada Pembinanya yang kebetulan berulang tahun pada saat itu. Hal ini dilakukan sebagai rasa syukur dan gembira mereka atas terbentuknya nama Ambalan mereka, acara diakhiri dengan renungan bersama untuk menghadapi masa depan Ambalan di waktu yang akan datang.


pram1 pram2

 

pram3

 

pram4


SARANA PRASARANA

GUDEP XI.22.05.069-070/S

 

PENGANTAR

Untuk dapat memperlancar pelaksanaan kegiatan-kegiatan kepramukaan di SMK Negeri 1 Bawen, maka perlu didukung oleh adanya sarana dan prasarana yang memadai. Untuk itu SMK Negeri 1 Bawen berusaha keras untuk secara terus menerus dan terprogram menambah dan meningkatkan semua sarana dan prasarana kegiatan ekstra kurikuler di SMK Negeri 1 Bawen, termasuk kegiatan kepramukaan.  Untuk kegiatan kepramukaan Gugusdepan berusaha untuk berdampingan dengan program sekolah dalam pengadaan sarana dan prasarana tersebut, sehingga dalam pengadaan ini gugusdepan membantu pengadaan melalui berbagai usaha, di antaranya adalah kegiatan wirausaha, budidaya tanaman produktif, iuran anggota dan bantuan dari alumni, serta pembuatan sarana prasarana  secara mandiri oleh anggota pramuka sekaligus sebagai wahana latihan kerja produktif.

 

SARANA DAN PRASARANA YANG DIMILIKI.

Berbagai sarana prasarana yang digunakan oleh Gugusdepan XI.22.05.069–070/S yang berpangkalan di SMK Negeri 1 Bawen, di antaranya adalah:

  1. Sebuah Sanggar Pramuka ukuran 5 x 10 meter.
  2. Sebuah asrama ukuran 7 x 12 meter.
  3. Lapangan latihan PBB
  4. Taman Diskusi
  5. Lahan produktif untuk budi daya tanaman.
  6. Kedai Pramuka
  7. Seperangkat komputer dengan printer
  8. Perlengkapan latihan (Tongkat, Smaphore, Morse, Tali Pramuka, PPPK, dsb.)
  9. Perlengkapan perkemahan (Tenda , lampu sorot)
  10. Alat-alat kerja (Pacul, Arit, Golok, Gerobak, Sapu, Gergaji, dsb.)
  11. Lemari administrasi, lemari alat, Gudang alat.
  12. Tanaman-tanaman produktif (sirsak, alpokat, blimbing wuluh, nangka, jati, sengon, bambu)
  13. Perlengkapan Mountenering (Carmantel, figur 8, dadung, carabiner, prusik, dsb.)
  14. Perlengkapan sound system (amplifier, mik, genset, dsb.)
  15. Perlengkapan masak (kompor gas, panci, wajan, dandang, )
  16. Perlengkapan makan (piring, sendok, garpu, teko, dsb.)

Namun demikian, dalam pelaksanaan kegiatan rutin, gugusdepan tetap membutuhkan bantuan dan dukungan sarana prasarana dari pihak Sekolah seperti penggunaan Ruang kelas, Ruang Aula, Lapangan upacara, MCK, Sound system yang lebih memadai, kendaraan, dan lain sebagainya.

Sehingga kerja sama dan koordinasi yang baik, terarah, dan terprogram sangatlah diperlukan dalam setiap pelaksanaan kegiatan kepramukaan.

Selain dengan pihak sekolah (SMK Negeri 1 Bawen) perlu juga dilakukan kerja sama dengan pihak-pihak lain, di antaranya dengan kwaran, kecamatan, Alumni, dan pihak-pihak lain yang tidak bersifat mengikat, serta tidak berbau politik praktis.

Program kerja sama dengan alumni Dewan Ambalan yang sudah berjalan adalah usaha persewaan tenda pramuka, sejak tahun 1993/1994 dengan bermodalkan 3 buah tenda, sekarang sudah memiliki tenda sejumlah 70 tenda (beberapa tenda ada yang rusak dan perlu diperbaiki). Dana yang digunakan adalah dana hasil persewaan yang dikumpulkan untuk kemudian digunakan pembelian/ pengadaan tenda kembali. Program ini ke depannya akan dikembangkan dengan menambah kegiatan usaha pembuatan tenda pramuka, tas, jaket, dan sebagainya.


PROGRAM KERJA KEGIATAN EKSTRAKURIKULER KEPRAMUKAAN

SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN NEGERI I ( SMK N 1 ) BAWEN

TAHUN AKADEMIK 2016-2019

A. Nama Program :

Kegiatan Ekstrakurikuler kepramukaan siswa SMK Negeri I Bawen tahun 2016-2019.

B. Tujuan Program :

  1. Menciptakan pedoman kegiatan yang teratur dan terarah.
  2. Meningkat kembangkan bakat dan minat serta kemampuan siswa dalam berorganisasi terutama dalam kepramukaan.
  3. Meningkatkan prestasi kemampuan kepramukaan siswa.
  4. Meningkatkan citra/prestise atau nama baik sekolah di masyarakat.
  5. Melaksanakan program kurikulum 2013

C. Pelaksanaan Kegiatan :

  1. Kegiatan wajib latihan untuk kelas X dilaksanakan setiap hari Jumat minggu ke 1 dan ke 3.
  2. Kegiatan wajib latihan untuk kelas XI dilaksanakan setiap hari Jumat minggu ke 2
  3. Kegiatan wajib latihan untuk kelas XII dilaksanakan setiap hari Jumat minggu ke 4.
  4. Kegiatan Pengembangan Dewan Ambalan dilaksanakan setiap sore sepulang sekolah.
  5. Kegiatan diarahkan pada pembentukan Karakter dan Kepribadian dengan peningkatan pengetahuan, ketrampilan dan pengalaman serta meningkatkan keimanan dan ketaqwaan untuk memperoleh Life Skill.
  6. Kegiatan rutin dilaksanakan di kampus SMK Negeri I Bawen.
  7. Jika diperlukan maka kegiatan latihan dapat dilaksanakan di tempat lain dengan seijin Kepala Sekolah/ Waka Kesiswaan.
  8. Pengembangan kegiatan dapat dilakukan dengan mengikuti kegiatan-kegiatan lomba dan kegiatan ditingkat Ranting, Cabang, Daerah, dan Nasional
  9. Jika dianggap perlu maka waktu latihan/kegiatan dapat diubah atau ditambah.

D. Pelaksana Kegiatan :

  1. Kegiatan Ekstrakurikuler Kepramukaan dilaksanakan oleh tim Pembina Gugus depan  yang ditetapkan oleh Kepala Sekolah selaku Kamabigus serta jika diperlukan dapat meminta bantuan dari anggota Dewan Alumni.
  2. Pengembangan kegiatan kepramukaan dilaksanakan secara rutin oleh Dewan Ambalan yang dipilih melalui Musyawarah Ambalan.

E. Macam – macam Kegiatan :

1. Kegiatan wajib untuk kelas X, XI dan XII:

  1. Latihan rutin setiap hari Jumat.
  2. Upacara Penerimaan Pramuka Penegak Tamu.
  3. Kemah Pelantikan Penegak Calon
  4. Kegiatan Ibadah.
  5. Kegiatan Bakti Kampus dan Bakti Masyarakat

2. Kegiatan Pengembangan Kepribadian dan Kepemimpinan  Kepramukaan:

  1. Musyawarah Ambalan
  2. Dewan Ambalan.
  3. Kemah Latihan Karya (KELAKAR).
  4. Penegak Bantara
  5. Kunjungan, Anjangsana, dan Studi Banding.
  6. Gladian Pimpinan Sangga.
  7. Mengikuti atau menyelenggarakan perlombaan (Lomba Galang Tangguh).
  8. Mengikuti Kegiatan Kesakaan
  9. Mengadakan kegiatan Wirausaha.
  10. Latihan bersama Gudep lain.
  11. Meningkatkan produktivitas lahan dan Asrama Pramuka
  12. Partisipasi Kegiatan tingkat Ranting sampai Nasional.

3. Kegiatan Orang Dewasa/ Pembina.

  1. Rapat Koordinasi  rutin maupun incidental.
  2. Karang Pamitran Pembina.
  3. Rapat/ Sidang Dewan Kehormatan.
  4. Pendampingan Berbagai Kegiatan Ambalan.

F. Pembina Kegiatan :

  1. Pembina Pramuka sebagaimana tercantum dalam Surat Keputusan Kepala SMK Negeri I Bawen selaku Ka Mabigus..
  2. Anggota Dewan Alumni Ambalan Badranaya dan Dewi Sartika jika diperlukan.
  3. Pelatih atau Instruktur Profesional dari lembaga-lembaga terkait yang dibutuhkan dalam kegiatan tertentu.

G. Biaya Kegiatan :

Seluruh  kegiatan   kepramukaan dibiayai   melalui :

  1. Anggaran Gugus depan yang disetujui oleh Kepala SMK Negeri I Bawen melalui dana Komite Sekolah dan dana BOS
  2. Iuran-iuran kegiatan insidental dari siswa/ peserta kegiatan.
  3. Hasil kegiatan wirausaha Dewan Ambalan.
  4. Hadiah dari prestasi yang diperoleh (Jika ada).
  5. Bantuan dari pihak lain dan tidak bersifat mengikat.
  6. Kerjasama dengan pihak lain melalui MOU (Memorandum Of Understanding).

pram5 pram6


 JADWAL LATIHAN EKSTRAKURIKULER PRAMUKA

  1. Khusus bulan Agustus difokuskan untuk kelas X selama 3 minggu (minggu ke 2, 3 dan 4)
  1. Mulai bulan September, jadwal latihan pramuka diatur sebagai berikut:
  • Jumat ke-1 untuk kelas X
  • Jumat ke-2 untuk kelas XI
  • Jumat ke-3 untuk kelas X
  • Jumat ke-4 untuk kelas XII

Catatan: jika dalam satu bulan ada Jumat ke-5, maka difokuskan kepada kelas X

  1. Pada minggu ke 1 bulan Oktober 2016, akan diselenggarakan Perjusami (Perkemahan Jumat, Sabtu, dan Minggu) untuk kelas X
  1. Untuk ekstrakurikuler pramuka pilihan dilaksanakan secara tersendiri setiap pulang sekolah di sanggar pramuka.

KEMAH PELANTIKAN TAHUN 2016

bakti-masyarakat-2

bakti-masyarakat-3

games-api-unggun

lari-pagi-2

pembacaan-sangga-kerja

pembukaan-upacara

pengumpulan-pimpinan-sangga

pentas-seni

senam-pagi-2

senam-pagi-3

wade-game-1

wade-game-2

wade-game-4

wade-game-5